Selamat Idul Fitri 1432H

Mari lengkapi kemenangan dengan saling memaafkan Selamat Idul Fitri Mohon Maaf Lahir dan Batin.


Keluarga besar RAPI Jambi mengucapkan Selamat Merayakan Hari Raya Idul Fitri 1432H, Mohon maaf lahir dan batin,

Readmore » Selamat Idul Fitri 1432H

Pantau Komunikasi Bankom e1025 Gateway

Untuk tetap dapat mendegarkan informasi arus mudik lebaran, bisa didengarkan melalui radio komunikasi pada frekuensi-frekuensi bankom di setiap daerah, bagi yang tidak mempunyai radio bisa juga mendengarkan informasi tersebut melalui handphone, BB, Android, laptop dll yang terkoneksi ke internet.


Untuk BANKOM Pulau Sumatra pada room Bankom 1, Info Frekuensi Bankom Pulau Sumatra, Bagi yang melintas di pulau sumatra berikut frekuensi yang dapat di gunakan.

Akses Streamingnya :



Daerah 01 Aceh
Aceh Besar Interkoneksi RF Gateway 142.850Mhz
Daerah 02 Sumatra Utara - Medan
Kota Medan Interkoneksi RF Gateway 142.850Mhz + Tone 88.5
Daerah 03 Sumtra Barat - Padang
JZ03ZWJ Interkoneksi RF Gateway 142.680Mhz
Pancar Ulang
Daerah 04 Pekanbaru - Riau
JZ04ZWA Interkoneksi RF Gateway 142.150Mhz + Tone 88.5, Pancar Ulang 143.575Mhz - 1500
JZ04ZWC Indara giri Hulu 143.350Mhz, Interkoneksi RF Gateway 143.100Mhz + Tone 77.0
Daerah 05 Jambi
Wilayah 01 Kota Jambi 143.250Mhz
Wilayag 01 Kota Jambi Interkoneksi RF Gateway 142.850Mhz + Tone 88.5
Daerah 06 Sumatra Selatan - Palembang
Daerah 07 Bengkulu
JZ07ZWA Interkoneksi RF Gateway 143.550Mhz
Daerah 08 Lampung
Tuba Interkoneksi RF Gateway 143.290Mhz


Kunjungi selalu website ini untuk informasi Bankom Mudik Lebaran 2011, kami akan berusaha update informasi-informasi terbaru yang kami peroleh dari teman-teman., bagi teman-teman yang mempunyai informasi terbaru seputar mudik lebaran silahkan kirimkan ke email kami rapi.jambi@yahoo.com, berita yang teman-teman kirimkan akan kami teruskan

Readmore » Pantau Komunikasi Bankom e1025 Gateway

Sekda Harap RAPI Turut Monitor Pembangunan Daerah

Jambi, Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Ir. Syahrasaddin, M.Si berharap agar Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) turut serta dalam memonitor pembangunan daerah. Harapan tersebut dikemukakannya saat mewakili Gubernur Jambi dalam Pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) III Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Provinsi Jambi, Sabtu (25/6), bertempat di ruang rapat Hotel Bungo Aldo, Kebun Handil, Kota Jambi.
Musyawarah daerah yang mengusung tema “Kita Tingkatkan Kualitas Berkomunikasi” tersebut, diikuti oleh para pengurus wilayah (kabupaten/kota) RAPI dalam Provinsi Jambi, perwakilan dari Jawa Timur dan Banten, serta Ketua I pengrus pusat RAPI.


Dalam sambutan tertulis Gubernur Jambi, Drs. H. Hasan Basri Agus, MM (HBA), yang dibacakakan/disampaikan oleh Sekda Provinsi Jambi, dikemukakan, dalam era reformasi sekarang ini, tuntutan keterbukaan disemua bidang tentunya dapat diartikan sebagai kehendak masyarakat untuk mendapatkan informasi atas pelaksanaan program-program pembangunan, yang pada hakekatnya bertujuan untuk melaksanakan prinsip transparansi dan akuntabilitas pemerintahan.

              “Untuk itu, saya mengajak para anggota RAPI  turut serta memberikan pengawasan atas pelaksanaan program-program pemerintah,” ujar gubernur melalui Sekda. Sekda mengucapkan terimakasih kepada RAPI yang telah membantu dalam penanggulangan bencana alam dan dalam peran-peran lainnya seperti dalam bidang pendidikan.

              Sekda juga menjelaskan, dalam kaitannya dengan program Satu Miliar Satu Kecamatan (Samisasake), yang mana pada tahun 2011 ini Pemerintah Provinsi Jambi menjalankan program Samisake di 50 kecamatan di Provinsi Jambi, dan direncanakan pada tahun 2012 mendatang akan dilaksanakan di seluruh kecamatan di Provinsi Jambi, yaitu di 131 kecamatan, para anggota RAPI yang ada di kecamatan dan dapat melihat langsung program Samisake dimaksud, dapat mengawasi dan menginformasikan program Samisake tersebut.

             Partisipasi RAPI dalam monitoring pembangunan, diantaranya dalam program Samisake kembali dikemukakan Sekda kepada para wartawan, apalagi RAPI ini lebih efisien. Sekda juga berharap agar kedepan struktur RAPI dimantapkan, artinya terstruktur dengan baik, sehingga kinerja RAPI juga lebih baik lagi, tandas Sekda.

             Ketua I pengurus pusat RAPI, Ir. Soelasto dalam sambutannya mengatakan, pada bulan Juli 2010 yang lalu telah dilaksanakan musyawarah nasional VI RAPI di Balikpapan, yang tujuannya untuk meningkatkan kinerja dan kontribusi RAPI dalam pembangunan.

             Soelasto menjelaskan, dengan visi menjadi RAPI yang berkualitas secara nasional, RAPI menurunkan misi, yakni meningkatkan kinerja organisasi; meningkatkan sumberdaya organisasi secara berjenjang; meningkatkan peran organisasi secara internal dan eksternal; dan meningkatkan kemandirian.

             Disampaikan oleh Soelasto, RAPI juga berperan dalam penanggulangan bencana alam seperti pada saat banjir dan gempa, yang mana untuk bantuan penanggulangan bencana sudah ada payung hukumnya, yakni PO bantuan komunikasi.

             Selanjutnya, Soelasto mengungkapkan bahwa RAPI telah mengadakan kerjasama dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU) dengan berbagai pihak, yaitu MoU dengan Polri, Badan SAR Nasional, RCTI, Jasa Marga, Departemen Sosial, Departemen Kesehatan pada tahun 2006, dengan RRI pada tahun 2006 (kaitannya dengan pemantauan arus mudik), dan dengan Departemen Pekerjaan Uumum (PU) pada tahun 2008.

             Selain itu, saat ini RAPI melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Departemen Kehutanan, Badan SAR Nasional, dan Badan Narkotika Nasional, tutur Soelasto. Soelasto kemudian menyampaikan harapannya, supaya pengurus yang terpilih nantinya dapat menyelesaikan izin anggota lebih cepat lagi dan bisa membawa aspirasi daerah.

             Ketua Umum Daerah RAPI Jambi, A.S. Edy, S.IP dalam sambutannya menyatakan, seyogianya Musda ini dilaksanakan pada 2 September 2010 yang lalu, tetapi karena banyak kendala teknis, terutama karena ada wilayah yang belum melakukan musyawarah wilayah, maka baru dilakukan saat ini.

            Setelah menjelaskan perjalanan panjang organisasi RAPI yang lahir pada tahun 1980 dengan lika-liku tantangan yang dihadapi, A.S. Edy kemudian menyampaikan pesan agar para pengurus daerah RAPI melakuan pembinaan kepada para anggota.

             A.S Edy berharap agar para anggota dapat bermusyawarah dengan baik dan memilih pengurus yang bisa berkarya lebih baik lagi dari tahun-tahun sebelumnya.

            Ketua Panitia, Admirus, SE dalam laporannya menyampaikan musyawarah Radio Antar Penduduk Indonesia regional V ini diikuti oleh enam wilayah, dengan utusan dua orang per wilayah. (Mustar/fotografer : Sukirno).

Dikutip dari : Web Pemerintah Provinsi Jambi


Readmore » Sekda Harap RAPI Turut Monitor Pembangunan Daerah

Repost dari e-Rapi Nusantara

Pertanyaan Bpk Mawi Dharma (JZ05EEE) Dengan Bpk H.Daeng Kamaruzzaman (JZ10HMI)
 
Mawi Dharma, JZ 05 EEE, 13 Juni jam 8:58 Laporkan
Pak Haji saya mau tanya pHaji, apa diperbolehkan seandainya Ketua Wilayah yang masih menjabat, tapi saat musda ditarik jadi pengurus daerah, solusinya gimana pHaji, mohon pencerahan. Wassalam,
pak Haji gimana soal dua pertanyaan saya yg belum pak Haji jawab ? jawab dong pak Haji ? karena pak Haji tempat kami bertanya dan menimba ilmu tentang RAPI. Wassallam, Mawi Dharma,


1. Musyawarah Daerah adalah forum kekuasaan tertinggi Organisasi RAPI pada Tingkat Daerah/ Provinsi. Pada Forum Musda, Pengda (lama) bersama Pengurus Wilayah (Utusan dan Peninjau), serta didampingi oleh Utusan PP RAPI, melakukan telaah bersama, mencermati potensi dan perkembangan Organisasi RAPI di Daerah tersebut. Berdasarkan Hasil Pencermatan tersebut, disusunlah Program Kerja Daerah untuk masa bakti periode mendatang. Sudah barang tentu Program Kerja Daerah tersebut, merupakan penjabaran Program Kerja Nasional, serta merupakan rangkaian upaya bersama mewujudkan Visi dan Misi Organisasi RAPI.
2. Tugas dan Kewenangan Musda adalah : a. melakukan penilaian atas Laporan Kinerja Pengurus (lama); b. Menetapkan Program Kerja Daerah; dan c. Memilih Pengurus Daerah (baru), yang akan dititipi Amanat oleh Forum Musda untuk Melaksanakan Program Kerja Daerah untuk masa bakti 1 (satu) periode mendatang.
3. Pemilihan Pengurus Baru, diawali dengan Pemilihan Ketua Daerah. Penyusunan Pengurus Daerah dilakukan oleh Tim Formatur. Ketua Daerah Terpilih, sekaligus Menjadi Ketua Tim Formatur. Tim Formatur terdiri atas Ketua Daerah Terpilih, dibantu atau didampingi oleh Sejumlah orang Yang Dipercaya oleh Musda Untuk Membantu Ketua Daerah Terpilih Menyusun Formasi Pengurus Daerah. Kewenangan Tim Formatur dalam Menyusun Formasi Pengurus Daerah adalah Mutlak, atau dalam istilah Tata Tertib Sidang: Tim Formatur Melaksanakan Tugasnya Dengan Mandat Penuh.

4. Dalam melaksanakan tugasnya, Tim Formatur; Pertama, Mencermati Program Kerja Daerah; dan Kedua : Menghimpun dan Memilih personil yang cocok untuk melaksanakan Program Kerja Daerah tersebut. Merekalah yang dipilih untuk Mengisi Jabatan yang tersedia, sesuai dengan Struktur Organisasi Pengurus Daerah, sebagaimana tertera pada Anggaran Rumah Tangga RAPI.

5. Idealnya adalah ”the right man on the right place/job”. Tetapi Tim Formatur berhadapan dengan berbagai kendala, baik waktu yang sempit, atau karena pilihan calon fungsionaris yang terbatas. Masalah paling berat pada organisasi nirlaba seperti RAPI ini adalah: calon fungsionaris harus dapat diterima oleh berbagai kalangan; harus mampu bekerjasama sebagai Tim; harus bersedia meluangkan waktu untuk menjalankan roda organisasi; harus bersedia mendengar saran dan aspirasi anggota; dan… berbagai keharusan lainnya.

6. Tim Formatur Musda, mencari dan memilih Calon Pengurus dari Seluruh Anggota RAPI di Daerah tersebut. Terserah apakah dia Pensiunan (ex Pengurus Pusat, Daerah, Wilayah, Lokal), Pengurus (masih menjabat pada Kepengurusan (Pusat, Daerah, Wilayah, Lokal); Anggota lama; maupun Anggota Baru. Cermati Tata Tertib Musda dan Peraturan Organisasi tentang Pembinaan Pengurus, dll.

7. Bolehkah seseorang yang Masih Menjabat dalam Kepengurusan dipilih atau “istilah anda” ditarik Menjadi Pengurus Daerah ? BOLEH... Ada kok contohnya. Seorang yang masih Menjabat Pengurus Pusat RAPI periode lalu (2005-2010) DITARIK eh maaf, dipilih Jadi Ketua Wilayah..... dan Ternyata bahwa pada Musda berikutnya, di Daerahnya, Ketua Wilayah tersebut.... bahkan Terpilih Menjadi Ketua Daerah..... he he he... pKetum sambil senyum sumringah berujar: Itu kan bukti bahwa Pilihanku bersama Tim Formatur Tidak Salah. Saya pribadi mengalami, pada saat Menjabat Sebagai Wakil Ketua DPP Jawa Barat, pasca Munas III 1993 di Bandung, Ditarik menjadi Kabid Humas RAPI Pusat.

8. Ketua Wilayah Yang Masih Menjabat, Ditarik Menjadi Pengurus Daerah.SOLUISNYA ?
Baca pada P.O. Pergantian Pengurus Antar Waktu; atau pada Drfat P.O. Pembinaan Perkumpulan; Draft P.O. Pembinaan Pengurus; Draft P.O. Musyawarah dan Rapat Kerja; Draft P.O. Tata Tertib dan Materi Musyawarah; yang Minggu ini segera diedarkan kepada Pengurus Daerah RAPI se Indonesia (bahan Bahasan Rakernas VI, 15-17 Juli 2011 di Yogyakarta)

9. BUKAN Hanya Ketua Wilayah Mas, pada beberapa Daerah, malahan Sekretaris Wilayah Yang Terpilih, bahkan Menjadi Ketua Daerah. Demikianlah Musyawarah RAPI. Untuk itu, Wilayah yang ditinggal, Tidak Harus Bubar. Dalam P.O. Pergantian Pengurus Antar Waktu, diatur, bahwa 3 (tiga) bulan setelah Musda tersebut, Wilayah yang mengalami sebagian, dan atau bahkan seluruh jajaran kepengurusannya, Terpilih Menjadi Pengurus Daerah, harus melaksanakan Pergantian Pengurus Antar Waktu. Pada P.O. PPAW diuraikan secara rinci tentang prosedur dan proses masalah ini, lengkap dengan ketentuan lampiran-lampiran yang dipersyaratkan, sebelum Pengurus Setingkat di atasnya Menerbitkan SK PPAW.
10. Selamat Beraktivitas. Semoga Sukses.
Pertaut Silaturahmi Seraya Tigkatkan Kinerja.
Tabek,
JZ 10 HMI
h.daeng kamaruzzaman
0858 8080 1014 = 0818 245 403 = jz10hmi@yahoo.com



Dijawab :

  •  Rapi Wilayah Blitar
    Baca pada P.O. Pergantian Pengurus Antar Waktu; atau pada Drfat P.O. Pembinaan Perkumpulan; Draft P.O. Pembinaan Pengurus; Draft P.O. Musyawarah dan Rapat Kerja; Draft P.O. Tata Tertib dan Materi Musyawarah; yang Minggu ini segera diedarkan kepada Pengurus Daerah RAPI se Indonesia (bahan Bahasan Rakernas VI, 15-17 Juli 2011 di Yogyakarta)
    Kok diarahkan pada draf PO Perkumpulan? sudah di pakai ya ini.... kan mash draf emang sama dengan PO yang saat ini digunakan...
    kok Draf Perkumpulan.. RAPI skr ada perkumpulannya ya...
    Senin pukul 19:09 · Suka
  • Hmi Daeng Kamaruzzaman
    LHA tinggal baca... kan Bang Mawi... Saya Percaya Bisa Menyerap n Menapis Mana yang Pas. Bahkan klo Menemukan Ada Yang Lebih Cocok, Kan Bisa Dia Teruskan ke Pengda 05 Jambi Untuk dibawa ke Rakernas Jogya 2011 eh Bulan Depan. Masalaj Legalisasi... Kan Semua Tahu Prosedure dan Ketentuannya. Tapi Namanya Juga Membantu Rekans... Apa Salah yaaaa?
    Senin pukul 19:54


Readmore » Repost dari e-Rapi Nusantara

ADU PANCAR JAMBI, SWAR 2009

Untuk mempererat tali persaudaraan antara sesama anggota breker dimana saja berada, baik itu dari Rekan-rekan Amatir, Radio Antar Penduduk Indonesia serta simpatisan yang mempunyai hoby di bidang teknik radio komunikasi dan antena.

Disamping mewujudkan hoby dengan adanya kontes atau ajang adu pancar ini diharapkan dapat menjadikan suatu sarana untuk saling bertukar pengalaman dan pengetahuan seputar teknik pancar dari radio-radio yang biasa dipergunakan, dengan harapan para breker dapat memahami bagaimana cara kerja radio serta pancaranya. Pada kontes adu pancar “ SIGINJAI WISATA ANTENNA RACING (SWAR 2009) JAMBI.” Di fokuskan pada skil teknik antena, bagaimana dengan daya yang kecil atau daya standar dari radio namun mempunyai kehandalan pancar yang lebih baik dan sempurna dan tidak mengganggu pengguna frekuensi lainnya.


Pada dasarnya kontes atau kompetisi ini sifatnya mengembangkan kreativitas di bidang kekuatan pancaran sinyal, yang tentu saja memerlukan keterampilan yang spesifik khususnya di bidang elektronik.
Tujuan

Dalam rangka memperkuat tali silaturahmi antar sesama breker khususnya dan masyarakat Indonesia pada umum ajang ini tentu juga bermanfaat, karena masing-masing individu akan terjadi interaksi yang positif, saling bertukar informasi dalam rangka meningkatkan kemampuan berkomunikasi mau pun kemampuan merakit perangkat (baik radio mau pun antena yang digunakan) yang menjadi lebih baik lagi.

Tujuan Kegiatan

1. meningkatkan kreativitas para pengguna radio komunikasi;
2. menjalin tali siraturahhim antar sesama pengguna radio komunikasi;
3. memasyarakatkan radio komunikasi.

Tanggal Pelaksanan
Kegiatan Adu Pancar Siginjai Wisata Antena Racing (SWAR 2009) di jambi akan dilaksanakan pada :
Hari : Sabtu,
Tanggal : 19 Desember 2009
Pukul : 08.00 wib hingga selesai.

PETUNJUK DAN SYARAT TEKNIS PERLOMBAAN KONTES
JUKLAK HOME BASE STATION STANDAR
1. Antena.
Antena yang digunakan adalah antena Omni Vertikal, 8 Kumis (TelexHiGain, V2R, Gasden, dll) dengan Satu Coil, Panjang antena standart,
2. Frequency
Frekuensi yang dipergunakan untuk kategori antena Home Base Station Standart 143.820Mhz,
3. Coaxial
Panjang Coaxial kabel, yang digunakan bebas minimum 5 Meter, Jenis kabel Coaxial kabel bebas ditentukan sendiri.
4. Radio
Radio yang dipergunakan adalah radio Icom 2200, untuk radio dipersiapakan oleh panitia dengan Daya Pancar 45 Watt.
5. Ketinggian Antena
Ketinggian Antena, untuk tiang antena dipersiapakan oleh panitia dengan ketinggian 2 Meter dari ground (permukaan tanah)
6. Input Power Radio
Input Power Radio dipersiapkan oleh Panitia, DC 13,8Volt./30A
7. Biaya Pendaftaran
Biaya Pendaftaran untuk kategori Base Station Standar Rp100.000,-(Seratus Ribu Rupiah).
8. Jumlah Perespon

Jumlah perespon 1 (satu) Orang dengan mempergunakan alat rekaman, perespon hanya bertugas merekam dan merelay hasil rekaman, Perespon tidak dibenarkan menentukan hasil/keputusan dari rekaman, yang menentukan hasil/keputusan adalah JURI.
9. Password/ Sandi

Password atau Sandi yang digunakan ditentukan oleh panitia dengan 1 (satu) suku kata diulang atau disebutkan 5 (lima) kali, penyebutan password atau sandi yang tidak sesuai diyatakan tidak sah dan diyatakan gugur.
10. Sistem Pertandingan

Sistem Pertandingan adalah sistem gugur, sistem gugur disini berlaku pada saat awal hingga diperoleh empat besar, dan kemudian untuk empat besar masing-masing peserta akan diadu Keliling (Komputisi Penuh)
11. Juri Pertandingan
Untuk juri pertandingan terdiri dari 4(empat)orang antara lain:
1. 3 Orang dari Panitia
2. 1 Orang utusan dari Peserta
Keputusan yang telah diputuskan oleh juri adalah Mutlak, dan tidak bisa di ganggu gugat oleh peserta.
12. Hadiah

Untuk Hadiah diberikan kepada juara I,II,III, dan IV (harapan), hadiah yang diberikan tidak berupa uang melainkan berupa perangkat Komunikasi:
Juara I : HT Alinco DJ 175 + Tropi dan Piagam
Juara II : SWR Diamond SX 200 + Tropi dan Piagam
Juara III : Power Supply 30 A + Tropi dan Piagam
Juara IV : Antena Gasden V2R + Tropi dan Piagam


JUKLAK HOME BASE STATION MODIFIKASI/BEBAS
1. Antena.
Antena yang digunakan adalah antena Omni Vertikal,
2. Frequency
Frekuensi yang dipergunakan untuk kategori antena Home Base Modifikasi/Bebas 143.820Mhz,
3. Coaxial

Panjang Coaxial kabel, yang digunakan bebas minimum 5 Meter, Jenis kabel Coaxial kabel bebas ditentukan sendiri.
4. Radio

Radio yang dipergunakan adalah radio Icom 2200, untuk radio dipersiapakan oleh panitia dengan Daya Pancar 60 Watt.
5. Ketinggian dan Panjang Antena

Ketinggian Antena, untuk tiang antena dipersiapakan oleh panitia dengan ketinggian 2 Meter dari ground (permukaan tanah), Panjang Antena Bebas
6. Input Power Radio
Input Power Radio dipersiapkan oleh Panitia, DC 13,8Volt./30A
7. Biaya Pendaftaran

Biaya Pendaftaran untuk kategori Home Base Modifikasi/Bebas Rp150.000,-(Seratus lima puluh ribu Rupiah).
8. Jumlah Perespon

Jumlah perespon 1 (satu) Orang dengan mempergunakan alat rekaman, perespon hanya bertugas merekam dan merelay hasil rekaman, Perespon tidak dibenarkan menentukan hasil/keputusan dari rekaman, yang menentukan hasil/keputusan adalah JURI.
9. Password/ Sandi

Password atau Sandi yang digunakan ditentukan oleh panitia dengan 1 (satu) suku kata diulang atau disebutkan 5 (lima) kali, penyebutan password atau sandi yang tidak sesuai diyatakan tidak sah dan diyatakan gugur.
10. Sistem Pertandingan

Sistem Pertandingan adalah sistem gugur, sistem gugur disini berlaku pada saat awal hingga diperoleh empat besar, dan kemudian untuk empat besar masing-masing peserta akan diadu Keliling (Komputisi Penuh)
11. Juri Pertandingan
Untuk juri pertandingan terdiri dari 4(empat)orang antara lain:
1. 3 Orang dari Panitia
2. 1 Orang utusan dari Peserta
Keputusan yang telah diputuskan oleh juri adalah Mutlak, dan tidak bisa di ganggu gugat oleh peserta.
12. Hadiah

Untuk Hadiah diberikan kepada juara I,II,III, dan IV (harapan), hadiah yang diberikan tidak berupa uang melainkan berupa perangkat Komunikasi:
Juara I : RIG Kenwood TM 271 + Tropi dan Piagam
Juara II : HT Alinco DJ 175 + Tropi dan Piagam
Juara III : SWR Diamond SX 200 + Tropi dan Piagam
Juara IV : Power Supply 30 A + Tropi dan Piagam

JUKLAK MOBILE STATION STANDAR

Untuk kategori Mobile Station Standar ini, peserta bertanding tidak menggunakan mobil melainkan pertandiangan dilaksanakan di tempat yang sudah disediakan oleh panitia, pada kategori ini memang difokuskan kehandalan antena yang di buat oleh peserta, peserta yang ikut serta cukup menyediakan kabel, antena dan breket. Untuk kedudukan breket, Radio dan Power sudah disiapkan Panitia, Hal ini ditujukan kepada teman-teman yang mempunyai hoby dan keahlian pada teknis antena yang mempunyai atau yang tidak mempuanyai kendaraan (mobil) bisa dapat turut serta pada ajang ini.

1. Antena.
Antena yang digunakan adalah antena Omni mobile, dengan 1 loading Coil,
2. Frequency
Frekuensi yang dipergunakan untuk kategori antena MOBILE STATION STANDAR 143.920Mhz.
3. Coaxial
Panjang Coaxial kabel, yang digunakan bebas minimum 3.5 Meter, jenis kabel bebas.
4. Radio
Icom 2200 RF Power 45 Watt, disediakan Panitia.
5. Ketinggian Tiang Antena
Tinggi tiang antena 2 Meter dari permukaan tanah disediakan Panitia,  (tiang sebagai kedudukan breket antena).
6. Input Power Radio
Input Power Radio 13.8Volt, Power Supply Disediakan Panitia
7. Biaya Pendaftaran
Biaya Pendaftaran untuk kategori mobile Station Standar Rp150.000,-(Seratus lima puluh ribu Rupiah).
8. Jumlah Perespon

Jumlah perespon 1 (satu) Orang dengan mempergunakan alat rekaman, perespon hanya bertugas merekam dan merelay hasil rekaman, Perespon tidak dibenarkan menentukan hasil/keputusan dari rekaman, yang menentukan hasil/keputusan adalah JURI.
9. Password/ Sandi

Password atau Sandi yang digunakan ditentukan oleh panitia dengan 1 (satu) suku kata diulang atau disebutkan 5 (lima) kali, penyebutan password atau sandi yang tidak sesuai diyatakan tidak sah dan diyatakan gugur.
10. Sistem Pertandingan

Sistem Pertandingan adalah sistem gugur, sistem gugur disini berlaku pada saat awal hingga diperoleh empat besar, dan kemudian untuk empat besar masing-masing peserta akan diadu Keliling (Komputisi Penuh)
11. Juri Pertandingan
Untuk juri pertandingan terdiri dari 4(empat)orang antara lain:
1. 3 Orang dari Panitia
2. 1 Orang utusan dari Peserta

Keputusan yang telah diputuskan oleh juri adalah Mutlak, dan tidak bisa di ganggu gugat oleh peserta.
12. Hadiah
Untuk Hadiah diberikan kepada juara I,II,III, dan IV (harapan), hadiah yang diberikan tidak berupa uang melainkan berupa perangkat Komunikasi:
Juara I : RIG Kenwood TM 271 + Tropi dan Piagam
Juara II : HT Alinco DJ 175 + Tropi dan Piagam
Juara III : SWR Diamond SX 200 + Tropi dan Piagam
Juara IV : Power Supply 30 A + Tropi dan Piagam


JUKLAK MOBILE STATION MODIFIKASI/BEBAS

1. Antena.

Antena yang digunakan adalah antena Omni mobile Bebas. Maksud Bebas Antena Mobile yang digunakan benar-benar antena mobile bukan antena base Station yang di pasang di mobil.
2. Frequency
Frekuensi yang dipergunakan untuk kategori antena MOBILE STATION MODIFIKASI/BEBAS 143.920Mhz.
3. Coaxial

Panjang Coaxial kabel, yang digunakan bebas minimum 3.5 Meter, jenis kabel bebas.kabel harus terlihat jelas dari breaket antena ke radio.
4. Radio
Radio RIG Bebas dengan Daya Pancar Maksimum 60Watt, dan tidak di benarkan menggunakan penguat (Boster).
5. Ketinggian Antena
Tinggi Antena Makasimal 6 Meter dari permukaan tanah, diukur dari Ujung Antena ke ground (permukaan tanah).
6. Input Power Radio
Catu daya Batrey (Accu/Aki) Mobile (Aki yang digunakan hanya 1 (satu)), Tidak dibenarkan menggunakan inverter,
7. Biaya Pendaftaran
Biaya Pendaftaran untuk kategori mobile Station Modifikasi/ Bebas Rp 200.000,-(Dua Ratus Ribu Rupiah).
8. Jumlah Perespon

Jumlah perespon 1 (satu) Orang dengan mempergunakan alat rekaman, perespon hanya bertugas merekam dan merelay hasil rekaman, Perespon tidak dibenarkan menentukan hasil/keputusan dari rekaman, yang menentukan hasil/keputusan adalah JURI.
9. Password/ Sandi

Password atau Sandi yang digunakan ditentukan oleh panitia dengan 1 (satu) suku kata diulang dan disebutkan 5 (lima) kali atau (5 x 5 = 25x kali), penyebutan password atau sandi yang tidak sesuai diyatakan tidak sah dan diyatakan gugur.
10. Sistem Pertandingan

Sistem Pertandingan adalah sistem gugur, sistem gugur disini berlaku pada saat awal hingga diperoleh empat besar, dan kemudian untuk empat besar masing-masing peserta akan diadu Keliling (Komputisi Penuh)
11. Juri Pertandingan
Untuk juri pertandingan terdiri dari 4(empat)orang antara lain:
1. 3 Orang dari Panitia
2. 1 Orang utusan dari Peserta
Keputusan yang telah diputuskan oleh juri adalah Mutlak, dan tidak bisa di ganggu gugat oleh peserta.
12. Hadiah
Untuk Hadiah diberikan kepada juara I,II,III, dan IV (harapan), hadiah yang diberikan tidak berupa uang melainkan berupa perangkat Komunikasi:
Juara I : RIG Kenwood TM 271 + Power 30A + Tropi dan Piagam
Juara II : RIG Kenwood TM 271 + Tropi dan Piagam
Juara III : HT Alinco DJ 175 + Tropi dan Piagam
Juara IV : HT Suicom CT 08 + Tropi dan Piagam
 

Ketentuan Umum Permaian SWAR Kontes

1. Sebelum pertandiangan dimulai semua peralatan akan diperiksa terlebih dahulu oleh panitia dan diketahui oleh peserta itu sendiri, untuk kelayakannya jika tidak sesuai dengan apa yang telah disepakati pada juklak maka dianggap mengundurkan diri atau dinyatakan gugur.
2. Peserta yang akan berlomba terdiri dari 2 peserta, penonton atau peserta lainnya tidak di perkenankan medekati arena pada saat kontes berlangsung.
3. Tempat peserta terdiri dari 2 tempat ,
4. Peserta akan diangkat lima putaran dan pemenangnya adalah yang paling dominan dari hasil record atau rekaman yang di putar ulang dan diputuskan oleh juri.
5. Password tidak boleh sama, ditentukan oleh Panitia
6. Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.

Ketentuan Khusus Kontes Kelas Modifikasi/Bebas Mobil

1. Setelah mendaftar mobil peserta masuk karantina dan peserta berada di ruang tunggu apabila dipanggil baru memasuki arena lomba.
2. Mobil sebelumnya diperiksa oleh panitia lomba, jika memenuhi kriteria yang dimaksud pada juklak maka mobil akan dikarantina oleh panitia dan diberi segel, jika tidak maka dinyatakan gugur.
3. Peserta yang akan berlomba terdiri dari 2 peserta. untuk point ini akan disesuaikan pada saat perlombaan bisa saja lebih dari 2 (dua), melihat dari berapa banyak peserta yang ikut serta untuk mempersingkat waktu kontes.
4. Saat lomba antena pada kendaraan hanya ada satu antena.dan kabel coax terlihat jelas dari antena ke radio
5. Pada saat kontes di dalam mobil maksimal 2 orang yang terdiri dari 1 (satu orang Peserta) dan 1 (satu orang Panitia).
6. Antena mobil atau tiang tidak boleh dipegang dilarang menggunakan trimpot kamera atau yang berupa menara(mini tower).
7. Untuk memulai rassing Base Station dan kendaraan (mobil) diangkat oleh wasit.
8. Pada saat ressing dimulai keadaan mobil harus mati.
9. Tidak di benarkan menggunakan penguat suara (audio effek, echo dll).


Untuk informasi, mengenai juklak dapat dikonfirmasikan atau dapat mengubungi panitia :
1. JZ05AVR(Abas) : 081366436128
2. JZ05ANR/YD4AOY (ROY) : 085266041449/ 085764771745
3. JZ05AJD (Jefri) : 081366233128/ 08192568148



Demikianlah Juklak ini kami buat semoga dengan adanya ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan panitia SWAR 2009 dapat dipahamai dengan baik, Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terimakasih banyak



NB : Juklak Swar ini merupakan DRAFT dan sengaja di posting di web www.rapi-jambi.co.cc agar teman-teman yang berada di luar kota atau propinsi jambi yang ingin berpartisipasi dapat mempersiapkan segala sesuatunya, baik dari radio, antena, kabel dan lain-lain, untuk informasi lanjut silahkan hubungi person kontak diatas atau dapat melihat melalui web ini, untuk antisipasi perbaikan juklak.

bagi rekan-rekan yang hendak memasuki kota jambi dapat memeprgunakan frekuensi 143.850Mhz agar dapat dipandu untuk memasuki kota jambi.


Menanggapi dari JZ04ADA :
1. Point 1 Standar Pabrik dengan 1 (satu coil), untuk kategori standar memang standar pabrik (V2R),
2. Point 2, Untuk Kategori Home Base satation, Disiapkan Oleh panitia
3. Point 3. Perespon Hanya merelay hasil record, keputusan ada pada juri, untuk juri 1 (satu) orang di ambil dari peserta.
4. Point 4a; Untuk yang  ingin partisipasi di kategori antena mobil yang tidak ada kendaraan silahkan ikut pada kelas standar, karena radio dan kedudukan sudah disiapkan oleh panitia.
5. Point 4b.  Untuk kriteria antena mobil, memang di disain khusus untuk mobile seperti larsen dan lain sebagainya, bukan antena base satation yang dipasang di mobil,
6. Point 5. Memang setiap perlombaan wajib ada teknical meting sebelum pertandingan di mulai.


Buat teman-teman yang sudah memberikan respone terhadap juklak ini, kami selaku panitia mengucapkan banyak terimkasih atas masukan dan perhatiannya, semoga kerjasama dapat terjalin dengan baik.

menanggapi tanggapan dari rekan-rekan mengenai juklak mobile modifikasi/bebas, tanggal  9,10 dan 11 Desember 2009. kami berusaha untuk sesportif mungkin.

1. Point.1 s/d 8; 10 s/d 12 >>> sudah "OK
2. Point.9 revisi: Agar Password Peserta masing2. Untuk password sudah dijelaskan dijuklak ditentukan panitia, diuasahak agar tidak sama, misalnya jika menggunakan nama peserta contoh peserta 1 namanya ferdi, peserta 2 feri, akan sulit untuk ditentukan siapa yang paling dominan,mengacu ke hasil record.

3. LOG ON CUN, untuk point ini memang sudah kami pikirkan dari awal, hanya saja istilah yang kami gunakan agak berbeda finding position, akan dijelaskan pada saat tehnical metting.
4. Penyangga Antena agar dibebaskan dan melekat pd mobil, tidak melebihi ketinggian yg telah ditetapkan 6 meter. ia benar namun pada point ini kami memang mengfokuskan ke skil antenanya (panjang antena) bukan dari berapa tinggi penyangga antena.
5. Karena 5 x 5 penyebutan password>>mesin mobil dinyalakan, untuk point ini mobil dalam keadaan mati tidak dinyalakan, hal ini antisipasi penggunaan hide invert (penguat yang disembunyikan) dan menurut pengalaman kami untuk RF Power Maksimal 60 Watt tidak terlalu menguras batre/aki, kecuali RF Power yang digunakan lebih dari 60Watt. dan setelah pertandingan berlangsung peserta boleh menyalakan mobilnya untuk menambah supplay power accu/aki.
6. Apakah ada Fasilitas yang diberikan kepada peserta luar daerah. Nah inilah yang sedang kami usahakan dan terus berusaha, kami sangat senang jika kami bisa membuat teman-teman semua senang, kami akan tetap berusaha hanya saja kami tidak ingin memberikan janji yang muluk-muluk ternyata pada akhirnya kami tidak bisa memuaskan sahabat-sahabat semua.
7. Bagaimana jika Antenna Base dimodifikasi menjadi antenna mobil(panitia harus tegas dalam hal ini). untuk point ini secara logika antena dibuat sesuai dengan peruntukannya, kategori antena mobile praktis degan mobilitas tinggi ambil contoh saja antena larsen, antena base station ambil contoh kelas V2R atau diamond F23 dari fisik sudah berbeda, maaf contoh yang kami gunakan sebagi refrensi sederhana dan umum dipergunakan.
8. 60 watt pada saat mobil hidup atau mati pengecekannya. pengecekan disesuaikan dengan pada saat pertandingan atau mobil dalam keadaan mati.
9.  Radio yang digunakan batasannya apa hanya watt saja?
Harapan kita semua JUJUR,SPOTIF, harus kita junjung tinggi,
terimakasih atas masukkannya memang kita berusaha untuk memberikan yang terbaik, dan itu semuanya tidak terlepas dari sportifitas rekan-rekan lain juga, pada kontes swar 2009 jambi disini fokus ke mach antena dan  coaxialnya, bukan teknis bagaimana menyebunyikan segala sesuatunya atau ada trik-trik lain. 


Terimakasih banyak atas respon teman-teman semuanya, sekali lagi saya admin  Website rapi-jambi,.co.cc mohon maaf jika ada penulisan yang kurang berkenan, kami tetap mengarapkan masukan dan kerjasama dari rekan-rekan semua untuk kebaikan bersama. 

Kembali menanggapi Pertanyaan saudara dari Riau tanggal 13 Desember 2009,
1. Kelas standar auto doubling, harus betul2
standar dan menggunakan mobil, karena faktor maksimal pancaran mobil bukan hanya antena, tapi faktor lainnya spt cable, instalasi cable, posisi top antena jadi faktor lainnya :
terimakasih atas masukaannya pada dasarnya kamipun menyadari akan hal itu namun kami coba membuat dengan versi yang berbeda dengan tujuan antisipasi dari rekan-rekan yang ingin ikut serta  yang punya keahliah di antena mobil, namun tidak mempunyai kendaraan untuk di konteskan sumber pertimbangan pada saat kontes di pekan baru beberapa bulan yang lalu ada bebapa rekan yang ingin ikut serta pada kontes tersebut namun tidak bisa ikut serta dikaranekan memang tidak mempunyai kendaran,
posisi top antena jadi faktor lainnya, untuk posisi top antena memang sangat mempengaruhi dan ini juga kembali ke point diatas dikhususkan ke mereka yang mempunyai mobil, dan tinggi mobil pun sangat berpengaruh misal, satu rekan pergunakan mobil taft dan yang satunya lagi dengan mobil sedan tentu top antenanya akan berbeda pula, dan tidak mungkin kita menyamakan mobil untuk menyamakan posisi top antena pada mobil.

2. Kebijakan ketinggian antena 6 meter oleh panitia (bebas) menggunakan Breket mobil pantas dipenuhi. Mohon untuk melihat juklak kembali Tinggi Antena Makasimal 6 Meter dari permukaan tanah, diukur dari Ujung Antena ke ground (permukaan tanah).
3.  Cendera mata menjadi pertimbangan Panitia untuk dibawa pulang, Kedatangan teman-teman pada ajang ini merupakan "Kehormatan" buat kami pantia penyelanggara, kami akan berusaha untuk memberikan yang terbaik buat teman-teman dan saudara-saudara semuanya, tidak ada yang lebih baik dari mempererat tali silaturahmi antara sesama pecinta komunikasi atau pengguna radio.
4. Terpenting Harus mengirimkan Undangan Resmi ke Daerah,Propinsi,Kota karena ada manfaatnya untuk peserta yang akan hadir. (Permohonan Izin kerja, Surat Jalan, dana perjalanan untuk instansi pemerintahan ): Sekali lagi saya selaku admin web rapi-jambi.co.cc dan mewakili Panitia Pelaksana Siginjai Wisata Antena Racing (SWAR) Jambi 2009 (Jefri/jz05ajd/Calon Amatir), mengucapkan banyak terimkasih atas masukannya, Buat seluruh teman-teman, Pecinta Radio Komunikasi Baik dari Amatir, RAPI Serta Simpatisan yang ingin ikut serta pada ajang Siginjai Wisata Antena Racing (SWAR) 2009 Jambi, Mohon untuk mengirimkan alamat lengkapnya ke email : jz05ajd@yahoo.com, agar kami dapat mengirimkan final juklak swar 2009.

Readmore » ADU PANCAR JAMBI, SWAR 2009